01500 2200181 4500245004700000020002200047250001100069100002100080700003100101650001600132005001900148260002500167041001400192084001100206300002700217500106500244336000901309 aGejolak dalam AwancDesni Intan SurihText a978-602-9251-45-6 aCet. 1 aDesni Intan Suri aSinta Dewi Candrawulandari aNovel Fiksi a20230927065842 aSolobMetamindc2018 aIndonesia a808.83 aiv, 332 hlm. :c20 cm. aHanya kaum perempuan yang bisa memahami makna kehilangan seseorang dalam hidupnya, apabila itu menyangkut hubungan sakral antara ibu dan anak. Hanya kaum perempuan yang mempunyai benih naluri keibuan, sampai kemudian ia sendiri diamanahi untuk melahirkan seorang manusia melalui rahimnya. Hanya kaum perempuan yang bisa memaknai betapa kuatnya aliran darah dan jiwa antara ibu dan anak. Walau setipis-tipisnya tali hubungan itu, ia akan selalu diperkuat oleh sebuah naluri.” Tiga serangkai ‘R’: Rindu, Rinanti, dan Resah bersahabat sejak kecil. Persahabatan itu semakin erat ketika mereka merasa senasib dalam ketidakpuasan terhadap perlakuan sang ibu. Sahabat adalah tempat curahan hati tentang sosok ibu yang sulit dijangkau dan penuh rahasia. Jurang pemisah itu pun semakin lebar. Namun pada kenyataannya, ketika kepergian sosok ibu datang menjelang, mereka pun menyadari betapa kuatnya sosok seorang ibu untuk anak-anak perempuan. Hanya anak perempuan yang dapat merasakan bahwa di dunia hanyalah Ibu orang yang paling mereka kenang sampai kapan pun. atext