Kamu memosisikanku di tempat yang sulit dimengerti bukan sebagai teman ataupun lebih dari itu. Kamu memosisikanku pada batasan yang ambigu entahlah aku pun tidak tahu seperti apa arti hadirku dihidupmu. Sedikit pun tidak terbaca olehku seperti apa isi hati dan pikiranmu.
Namanya selalu kusebut dalam doaku. Sebuah doa yang makin hari makin memanjang... sebuah doa sederhana sebagai pengganti rinduku kepadanya.