Buku ini tentang Burlian, si anak keras kepala yang memiliki masa kecil sangat spesial. kelak dia akan memengelilingi dunia, menyaksikan betapa luasnya dunia dibanding kampung halamnnya.
buku ini tentang pukat, si anak paling pintar dalam keluarga. Masa kecilnya di penuhi petualangan seru dan kejadian kocak-serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka?
Ali, bertahun tahun, berusaha memecahkan misteri itu. Raib dan Seli tentu tidak akan membiarkan Ali sendirian mereka sahabat sejati. Jangan khawatir, kalian akan tersenyum lebar (dan boleh jadi sambil menangis), saat tiba di halaman terakhir buku ini. Buku ini adalah buku ke 13 dari serial bumi.
Selena dan Nebula adalah buku kedelapan dan ke sembilan yang menceritakan siapa orang tua Raib dalam serial petualangan dunia pararel. kedua buku ini juga bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan.
berawal dari mereka yang penasaran dengan isi gudang atas yang tidak pernah ditempati dan selalu kosong. mereka sekarang terus dihantui. Dan cara agar mereka tidak dihantui adalah mengubur mayat yang dua puluh tahun sudah dianggurkan.
kisah ini tentang si putih, kucing kesayangan raib. masalalu si putih tidak kalah menarik, sebelum akhirnya kucing itu diletakkan didepan pintu rumah sebagai hadiah ulang tahun raib. Buku ini adalah buku ke 10 dari serial bumi.
kedua buku ini juga berceruta tentang akademi bayangan tingkat tinggi, sekolah terbaik diseluruh klan bulan. tentang persahatan 3 mahasiswa
pertarungan melawan si tampa mahkota akan berakhir disini. siapapun yang menang, semua berakhir disini, di klan komet minor tempat aliansi para pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan
perjalanan hanna menemukan makna menjadi seorang ibu yang sesungguhnya
Selimut seprai koyak-koyak. Dicakar-cakar, dirobek-robek hancur menjadi serpihan-serpihan. Aku menggeram, dadaku turun-naik. Dengus napas yang keras dan parau meluncur dari mulutku yang terbuka. Aku berjalan terhhuyung-huyung menyebrangi kamarku mendekat ke cermin.